Punya Temen Chinese yang Ga mau di bilang Chinese?oh why?
“The Chinese people absolutely need good
spiritual examples. They also could use a citizen of their own, who is free and
happy, and pleased with them, and represents them in a positive way to the world.
Especially now that they're becoming this mega-power, and no longer known as a
puppet in the game, or strictly business people.”
Pernah punya temen Chinese yang ga mau di bilang Chinese,
atau kita pernah berpikir radikalisme rasisme yang tidak suka dengan para
china. Ada beberapa temen saya yang sangat anti sekali dengan para golongan ini
lho. Banyak yang bilang mereka pelit, serakah, tidak terbuka dengan golongan “pribumi”
seperti kami2 yang berkulit sawo busuk ini, dan banyak juga yang malah tidak
mau berteman dengan mereka. No Offence ya.. ini hanya sebuah opini.
Tapi taukah kalian bahwa orang terkaya dan tersukses di
Indonesia berasal dari golongan2 yang klo ketawa kita bisa kabur gara2 ga
keliatan ini..? hahahaha miris kah…? Atau jangan2 orang2 yang ga suka dengan
golongan ini hanya iri dan dengki saja. Nah saya banyak belajar dengan para
Chinese ini khususnya yang sudah senior dan yang sangat wise sebenrnya. Tulisan
sebelumnya mengenai pake hati atau hitungan. Ada beberapa hal yang membuat
mereka bisa dibilang lebih “sukses” dari orang Indonesia sendiri. Tapi
sebelumnya saya akan melakukan diklaimer bahwa tulisan ini tidak untuk
menyinggung siapapun dan golongan manapun ya.. hanya mau belajar aja..
Para teman2 chinese kita ini lebih mementingkan hitungan
pastinya kan dibandingkan keteguhan hati. Terbukti pasti dengan teman SMA atau
SMP kalian yang Chinese pasti entah kenapa paling pinter dikelas kan,, hanya
ngakuuu... hal ini dikarenakan banyak hal, diskriminasi selama ini bisa menjadi
penyebabnya sehingga mereka lebih hati-hati.
Teman2 Chinese kita ini punya hubungan interpersonal yang
lebih kuat, lebih care dan lebih tega terhadap golongan Chinese lainnya. Mereka
lebih sling tolong menolong diantara mereka, apakah kita seperti itu juga, ya
mungkin iya, mungkin juga ngak. Mereka akan membukakan koneksi
sebesar-besarnya, membantu menjualkan produk temannya, membantu mencarikan
pekerjaan, istri, anak, keluarga bahkan mencarikan dosa yang sama, eh… becanda
yee.. Tapi saya pernah dapet cerita disaat kerusuhan 1998, para Chinese di
Indonesia bergotong royong saling bantu untuk bisa bertahan sehingga mereka
diharuskan peduli satu sama lain. Loh kenapa kita ga seperti itu juga..?
gengsi..? takut saingan lebih sukses..? atau kita perlu musibah dulu biar bisa
saling tolong menolong..?
Selanjutnya temen2 chinese ini Sangat gigih untuk mencapai
tujuan yang mereka benar-benar set up, konsisten mengerjakan 1 hal hingga
selesai, dan berkomitment kuat untuk terus melakukan hal yang sama hingga
akhirnya ahli di bidang tersebut. Contohnya ya.. pernah punya temen Chinese
yang bapaknya jaga toko.. itu salah satu konsistensi yang luar biasa lho. Sampe
akhirnya ada salah satu dari mereka buat took terbesar di Indonesia. Namanya
Tokopedia… hahahah masih jaga toko lho ini… tapi kekinian..
Nah untuk para temen2 saya yang Chinese.. masih tidak bangga
kah anda menjadi salah satu kaum yang notabene masuk jajaran terkaya di
Indonesia. Dan bagi teman2 saya yang matanya bisa melihat dengan jelas… masih
antipatikah kalian dengan mereka..?
Abis ini kan hari raya tahun baru Chinese yang abis ini
dirayakan… Indonesia Itu Bhenika Tunggal Ika… kita berbeda tapi kita
Indonesia.. Om deddy corbuzier aja skr udah punya jenggot dan masuk islam kok,
papa saya juga udah mulai kya Chinese.. saya juga klo ke galaxy mall juga
sering dapat sambutan “mau cari apa Ko..?” hellooo saya hitaaammm… so mari kita
galakkan kolaborasi dengan siapapun itu…
#BilikPendapat Kita buka… Ciaaawwww


Komentar
Posting Komentar